Daily Archives: April 8, 2016

Studi EF: Kemampuan Bahasa Inggris Orang Indonesia di Level 32

EF EPI

Memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), sumber daya manusia (SDM) di Indonesia tentunya mendapatkan kesempatan sekaligus tantangan untuk dapat bertahan dan bersaing di zaman yang serba cepat. SDM menjadi kunci penting untuk memenangkan persaingan global.

Dalam waktu dekat, tenaga profesional dalam negeri bersaing dengan tenaga kerja asing dan menimbulkan persaingan ekonomi yang ketat. Kondisi ini menyebabkan adanya urgensi terhadap kemampuan masyarakat, salah satunya kemampuan berbahasa Inggris. Setiap individu profesional dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berbahasa Inggris, guna menguasai komunikasi di pasar bebas MEA.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh salah satu penyelenggara pelatihan dan kursus Bahasa Inggris EF (Education First) melaui EF EPI (EF English Proficiency Index) 2015, ditemukan bahwa tahun ini kemampuan rata-rata Bahasa Inggris orang Indonesia berada pada urutan ke-32 dengan level kemampuan menengah, di mana tingkat rata-rata kemampuan wanita lebih tinggi dibanding pria. Pada EF EPI ke-5 ini, dilakukan dengan metode tes bahasa Inggris pada 910.000 orang dewasa di 70 negara.

Steve Crooks selaku Director of Educational Research & Development EF English First, mengatakan jika EF EPI mampu memberikan gambaran dan menganalisa hubungan antara kemampuan bahasa Inggris dengan daya saing ekonomi suatu negara.

“Data yang ditunjukkan oleh EF EPI mampu menunjukkan kebijakan pendidikan, kualitas sumber daya manusia, hingga tingkat perekonomian suatu negara. Hal ini terus dikaji mengingat di era sekarang ini, kompetensi bahasa Inggris menjadi sangat krusial untuk menghadapi persaingan global, yang mencakup persaingan sumber daya manusia, pendidikan dan perekonomian,” jelas Steve Crooks.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Yusuf Muhyiddin, M.Pd. mengatakan, kemampuan untuk berkomunikasi menjadi hal yang sangat penting di era MEA ini. Peningkatan kompetensi bahasa Inggris perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui lembaga pendidikan non-formal dengan tetap berdampingan dengan implementasi pendidikan formal.

Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa pertama dan pemersatu nasional perlu turut diimbangi dengan bahasa Inggris yang menjadi bahasa pemersatu di dunia internasional. Hal itu diperlukan untuk meningkatkan kemampuan di sektor ekonomi dan bisnis, hingga aset untuk memenangkan persaingan di bidang pendidikan, budaya dan pariwisata, serta berbagai sektor lainnya.

Pada kesempatan yang sama, CEO Karir.com, Dino Martin, menjelaskan, jika kemahiran dalam berbahasa Inggris berkaitan erat dengan persaingan ekonomi, yang diukur dengan pendapatan per kapita, pertumbuhan, indeks pembangunan manusia dan tingkat kemakmuran.

“Kebutuhan akan Bahasa Inggris semakin meningkat, tidak hanya di perusahaan multinasional namun juga perusahaan lokal. Berdasarkan penelitian Pusat Studi ASEAN, kualitas tenaga kerja Indonesia masih kurang memadai, terutama dalam hal kompetensi Bahasa Inggris,” jelas Dino.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci sukses menghadapi pasar bebas di era MEA. Bahasa Inggris menjadi alat komunikasi yang dominan dan kendaraan untuk dapat memenangkan persaingan global. Setiap individu dituntut untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris.

Di Asia, tingkat kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih di bawah Malaysia dan India yang berada di level tinggi, lalu diikuti oleh Korea Selatan, Vietnam, Jepang dan Taiwan. Hal tersebut menunjukkan perlu adanya kesadaran dari masyarakat Indonesiauntuk meningkatkan kemampuan dalamberbahasa Inggris, yang disertai dukungandari berbagai pelaku sektor pendidikan, baik dari sektor formal maupun informal. (EVA)

Sumber: http://swa.co.id/business-research/studi-ef-kemampuan-bahasa-inggris-orang-indonesia-di-level-32